KITAB
SUCI +Deuterokanonika |
|
| Katekismus Gereja
Katolik | |
|
166. Lusius II (1144-1145)
Lusius lahir di Bologna dengan nama Gerardo Caccianemici. Ia seorang biarawan Canon Regular. Terpilih menjadi paus pada 12 Maret 1144. Pemilihannya tidak ditentang, tetapi situasi di Roma sangat serius. Saat itu Roma menjadi salah satu bagian dari Negara Italia dimana kota-kota lain meminta kemerdekaan masing-masing dan sebuah gerakan pembebasan secara terbuka berusaha memperebutkan kekuasaan Kepausan. Di dalam Gereja Negara, oposisi ini juga memepengaruhi kehidupan moral dan keagamaan. Biarawan Arnoldus dari Brascia menjadi juru bicara atas situasi serta gerakan tersebut. Ia sangat menentang kekuasaan duniawi para paus serta menentang ketamakan serta kebejatan kaum klerus. Malaise sungguh-sungguh terjadi dan berakar kuat. Di Campidoglio, seorang senat Romawi mengangkat dirinya dalam sebuah pemerintahan yang dikepalai oleh Giordano Pierleoni, saudara dari paus tandinganAnakletus II. Ia mendeklarasikan penghapusan kekuasaan duniawi para paus dan mengakui hanya kekuasaan spiritual mereka saja. Paus Lusius mentang mati-matian kubu Pierleoni dan bahkan mengerahkan tentara untuk melawan mereka. Ia mendorong berkembangnya ordo-ordo religius khususnya Ordo Premonstratensian. Pada masa itu kekacauan sering terjadi yang disebabkan oelh Arnold dari Brescia. Pada tahun 1145 Alfonsus I menciptakan Kerajaan Portugal setelah menang dari bangsa Arab dan meletakkannya di bawah perlindungan Gereja, dan mengumumkan diri sebagai vasalnya. Dalam sebuah tindakan perang yang menyerbu Campidoglio ini, Paus digebuk dengan bata dan meninggal beberapa hari kemudian yaitu pada 15 Februari 1145 dan dimakamkan di Basilika St. Yohanes Lateran.
|